Gangguan jangka panjang yang di akibatkan insomnia adalah terhambatnya pertumbuhan hormon,elzaimer (pikun),kurangnya oksigen yang masuk ke otak mengakibatkan wajah terlihat kusam dan letih walaupun sudah tidur cukup.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis,stress,kebiasaan,akibat terlalu banyak mengkonsumsi kopi,alkohol,dan merokok. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif.[2] Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.
Untuk menekan efect samping dari obat kimia,lebih baik memanfaatkan potensi alam seperti jamu.
thank you for the kind comment you left on my page! i never knew that! =^__^=
BalasHapusyour blog is very interesting btw.
(haha, once i put it through google translator!) sometimes i feel like i got insomia. but it really only happens once or twice a month. so maybe it's psycoligical? either, way. really good article. =)